ada sepenggal tanya
yang belum tertuntaskan
dari sorot mata
yang kau bawakan padaku
entah apa,
dan kapan akan terjawab
Jepara, Oktober 2010
Suatu saat ketika salju mencair, maka beribu mata air akan mengaliri tanah tandus dan padang gersang. Dan saat mata air itu muncul, maka kehidupan akan senantiasa ada. Begitulah, dan ketika tulisan-tulisan yang ada di sini bermanfaat bagi pembaca adanya, itulah kehidupan dari tulisan ini. Karena kehidupan sebuah ide dan pemikiran adalah ketika tulisan itu dapat memberi inspirasi, motivasi kepada pembacanya... dan ini akan memberi hidup bagi kita...
Friday, October 29, 2010
Friday, October 22, 2010
Pagi Yang Basah
di sini
ada pagi yang basah
entah, karena gerimis semalaman
atau, karena ada lagi
air mata yang tertumpah
Jepara, 2010
ada pagi yang basah
entah, karena gerimis semalaman
atau, karena ada lagi
air mata yang tertumpah
Jepara, 2010
Wednesday, August 18, 2010
Jangan Kau Tanyakan
jangan kau tanyakan
kenapa aku memanggil namamu
karena pasti aku tak tau kenapa begitu
aku ingin menyapa dan mendengarmu
berbagi cerita tentang hari-harimu
aku ingin menyapamu
tanpa berdalih ingin ini dan itu
karena kini aku hanya ingin menyapamu
dan mendengar cerita-ceritamu
Jepara, 17 Agustus 2010
kenapa aku memanggil namamu
karena pasti aku tak tau kenapa begitu
aku ingin menyapa dan mendengarmu
berbagi cerita tentang hari-harimu
aku ingin menyapamu
tanpa berdalih ingin ini dan itu
karena kini aku hanya ingin menyapamu
dan mendengar cerita-ceritamu
Jepara, 17 Agustus 2010
Tuesday, July 20, 2010
Malam Dan Bulan Sabit Putih
bulan sabit berwarna putih
dengan bintang-bintang bertaburan di sekelilingnya
aku ketuk pintu kayu yang mulai ringkih
dengan ucapan salam menyelingi ketukannya
tok tok tok
assalamu’alaikum,
di jeda waktu itu,
keheningan mencekamku
beberapa serangga malam
ternyata masih mendapat tempat
untuk bernyanyi
dan selembar daun yang jatuh
menyuarakan langkah kaki tanpa sosoknya
tok tok tok
assalamu’alaikum, mak,
aku menunggu jawaban dari balik pintu tua itu
kayu lapis yang menutupnya dari keroposnya kayu
pun tlah terberai dari lapis demi lapisnya
sepasang itik yang tak masuk ke dalam kandang
mengejutkanku saat mendenguskan nafas dari paruhnya,
pertanda dia mulai terusik dengan kedatanganku itu
langit masih berhiaskan gemintang yang indah
bahkan untuk sekedar dinikmati bersama kesendirian
karena rinduku pun kini tak tau kemana harus menempuh jalannya
hatiku mulai gelisah, karena rinduku selalu menikmati
bulan sabit dan gemintangnya pun dalam kesendirian
tanpa mengerti kapan akan ada waktu untuk menikmatinya bersama
bulan sabit itu masih tetap menyinari kegelapan malam
pun dengan bintang-bintangnya
sebelum ku langkahkan kaki meninggalkan teras itu
ku sempatkan sekali lagi untuk mengetuk pintu itu
tok tok tok
assalamu’alaikum
dan aku langkahkan kaki berbalik arah
meninggalkan depan pintu tua itu
kita tak ditakdirkan untuk bertemu malam ini
dan suatu saat, kita akan bertemu lagi
atas kehendaknya, juga nikmat darinya
dalam kesempatan yang akan lebih indah
sementara kerinduanku, tak lagi mampu
untuk sekedar menghayalkan wajahmu
atau menyimpan bisik suaramu
untuk menjadi penawar rindu
disaat hujan kembali menyegarkan perjalananku
sebelum sampai paraduanku
dimana aku akan menunggumu
dengan segenap cinta dan kerinduanku padamu
Jepara, 16 Juli 2010
dengan bintang-bintang bertaburan di sekelilingnya
aku ketuk pintu kayu yang mulai ringkih
dengan ucapan salam menyelingi ketukannya
tok tok tok
assalamu’alaikum,
di jeda waktu itu,
keheningan mencekamku
beberapa serangga malam
ternyata masih mendapat tempat
untuk bernyanyi
dan selembar daun yang jatuh
menyuarakan langkah kaki tanpa sosoknya
tok tok tok
assalamu’alaikum, mak,
aku menunggu jawaban dari balik pintu tua itu
kayu lapis yang menutupnya dari keroposnya kayu
pun tlah terberai dari lapis demi lapisnya
sepasang itik yang tak masuk ke dalam kandang
mengejutkanku saat mendenguskan nafas dari paruhnya,
pertanda dia mulai terusik dengan kedatanganku itu
langit masih berhiaskan gemintang yang indah
bahkan untuk sekedar dinikmati bersama kesendirian
karena rinduku pun kini tak tau kemana harus menempuh jalannya
hatiku mulai gelisah, karena rinduku selalu menikmati
bulan sabit dan gemintangnya pun dalam kesendirian
tanpa mengerti kapan akan ada waktu untuk menikmatinya bersama
bulan sabit itu masih tetap menyinari kegelapan malam
pun dengan bintang-bintangnya
sebelum ku langkahkan kaki meninggalkan teras itu
ku sempatkan sekali lagi untuk mengetuk pintu itu
tok tok tok
assalamu’alaikum
dan aku langkahkan kaki berbalik arah
meninggalkan depan pintu tua itu
kita tak ditakdirkan untuk bertemu malam ini
dan suatu saat, kita akan bertemu lagi
atas kehendaknya, juga nikmat darinya
dalam kesempatan yang akan lebih indah
sementara kerinduanku, tak lagi mampu
untuk sekedar menghayalkan wajahmu
atau menyimpan bisik suaramu
untuk menjadi penawar rindu
disaat hujan kembali menyegarkan perjalananku
sebelum sampai paraduanku
dimana aku akan menunggumu
dengan segenap cinta dan kerinduanku padamu
Jepara, 16 Juli 2010
Wednesday, June 16, 2010
Sawah, Petani
petani itu masih menatapsawahnya
mendung masih tetap menggantung
dan sesekali merintikan gerimis
petani itu masih menatap sawahnya
telur-telur itu mulai menetas
menjadi serbuk putih
yang melekat di batang-batang padi
hari demi hari, serbuk putih semakin memanas
batang-batang padi pun layu
oleh serbuk putih yang berubah hijau kecoklatan
dan menyebar hampir seluruh lahan persawahan
petani itu masih memandang sawahnya
kosong, tak ada apa dilakukan
berliter-liter pestisida tlah disemprotkan
laksana gerimis pagi ini
namun, seluruh batang padi tlah layu
tinggal jerami yang mengering
tanpa hasil yang bisa dipanen
bahkan sebulir padi yang tertinggal
lebih dulu menjadi santapan burung pipit
yang hampir kelaparan
Jepara, Juni 2010
mendung masih tetap menggantung
dan sesekali merintikan gerimis
petani itu masih menatap sawahnya
telur-telur itu mulai menetas
menjadi serbuk putih
yang melekat di batang-batang padi
hari demi hari, serbuk putih semakin memanas
batang-batang padi pun layu
oleh serbuk putih yang berubah hijau kecoklatan
dan menyebar hampir seluruh lahan persawahan
petani itu masih memandang sawahnya
kosong, tak ada apa dilakukan
berliter-liter pestisida tlah disemprotkan
laksana gerimis pagi ini
namun, seluruh batang padi tlah layu
tinggal jerami yang mengering
tanpa hasil yang bisa dipanen
bahkan sebulir padi yang tertinggal
lebih dulu menjadi santapan burung pipit
yang hampir kelaparan
Jepara, Juni 2010
Monday, June 07, 2010
Sungai Mati
awan ini tak segera menjelma rintik
menjadi gerimis yang sangat dirindukan para petani
meski hujan baru saja pergi
setelah senja kemarin meninggalkan terik
dan kini awan yang menutup seluruh sinar mentari
tak lagi menjadi teman petani
saat lumpur sawah mulai memecah dan melukai kaki
pagi ini, seorang petani
dengan tangki penyemprot hama dipunggungnya
hanya berdiri memandang sawahnya
tatapnya kosong
karena sungai mereka tlah mati
Jepara, Juni 2010
menjadi gerimis yang sangat dirindukan para petani
meski hujan baru saja pergi
setelah senja kemarin meninggalkan terik
dan kini awan yang menutup seluruh sinar mentari
tak lagi menjadi teman petani
saat lumpur sawah mulai memecah dan melukai kaki
pagi ini, seorang petani
dengan tangki penyemprot hama dipunggungnya
hanya berdiri memandang sawahnya
tatapnya kosong
karena sungai mereka tlah mati
Jepara, Juni 2010
Friday, June 04, 2010
Aku Takut
entah sejak kapan adu pandang ini
hari demi hari
yang terus merajut tatap mata berikutnya
tatap mata itu serasa belati
yang menghujam di hati
aku tak kuasa untuk terus memandangnya
saat adu pandang kita bersama
aku tak kuasa menatap mata itu
aku tak mampu memandang wajahmu
karena aku takut,
aku takut jatuh cinta padamu
Jepara, Juni 2010
hari demi hari
yang terus merajut tatap mata berikutnya
tatap mata itu serasa belati
yang menghujam di hati
aku tak kuasa untuk terus memandangnya
saat adu pandang kita bersama
aku tak kuasa menatap mata itu
aku tak mampu memandang wajahmu
karena aku takut,
aku takut jatuh cinta padamu
Jepara, Juni 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)