di wajah itu, masih tergurat keletihan
kantuk pun masih menggelayuti perasaan
usai membersihkan diri dan sembahyang di waktu subuh
dia tunggui bocah yang belajar
mengeja, kata demi kata dalam buku catatannya
kelelahan setelah menarik jala ditahannya
sambil sesekali mengajarkan jawaban
dari pekerjaan rumah anaknya
sementara itu, guguran kembang jambu
menjadi penyaksi semangat itu
di rumah belakang, asap mengepul
dari tungku yang dinyalakan ibu
menyiapkan minuman hangat untuk suami
juga sarapan untuk anak-anaknya
tak ada sepotong pizza ataupun roti
karena hanya ada nasi dan ikan asin
dilengkapi sambal yang lengket dalam cobek batu
tapi, semangat yang terpancar setiap pagi itu
yang akan merubah negeri ini
Perkampungan Nelayan Jobo Kutho Jepara,
Di Hari Kebangkitan Nasional 2010
Suatu saat ketika salju mencair, maka beribu mata air akan mengaliri tanah tandus dan padang gersang. Dan saat mata air itu muncul, maka kehidupan akan senantiasa ada. Begitulah, dan ketika tulisan-tulisan yang ada di sini bermanfaat bagi pembaca adanya, itulah kehidupan dari tulisan ini. Karena kehidupan sebuah ide dan pemikiran adalah ketika tulisan itu dapat memberi inspirasi, motivasi kepada pembacanya... dan ini akan memberi hidup bagi kita...
Tuesday, May 25, 2010
Thursday, May 06, 2010
Kabar Kematian
angin gurun tiba-tiba mendesau dengan begitu berat
membawa gairah gersang yang pengap
seolah ingin merayu setiap manusia
pada keputusasaan akan gairah hidup
kabar kematian itu pun terdengar begitu dekat
dan segera menyebar terbawa angin yang merayap
datang dan terus datang bertubi-tubi
mendekat dan membelai hati yang takutkan kematian
namun kabar kematian itu terus mendekati setiap insan
tanpa peduli lagi usia juga kelamin
kabar kematian itu terus terdengar
tak peduli waktu,
pagi,
siang,
sore,
bagai suara azan yang mengabarkan panggilan tuhan
bahkan tengah malam pun
dia terus menghampiri
satu demi satu mereka yang tlah tiba waktunya
dan kini, kabar kematian itu
seolah terdengar sangat dekat di telinga
dan membelai denyut nadi leher
sedangkan malaikat pun terus berkeliling di sekitar kita
dan hanya waktu saja yang akan tetapkan semuanya
Jepara, Mei 2010
membawa gairah gersang yang pengap
seolah ingin merayu setiap manusia
pada keputusasaan akan gairah hidup
kabar kematian itu pun terdengar begitu dekat
dan segera menyebar terbawa angin yang merayap
datang dan terus datang bertubi-tubi
mendekat dan membelai hati yang takutkan kematian
namun kabar kematian itu terus mendekati setiap insan
tanpa peduli lagi usia juga kelamin
kabar kematian itu terus terdengar
tak peduli waktu,
pagi,
siang,
sore,
bagai suara azan yang mengabarkan panggilan tuhan
bahkan tengah malam pun
dia terus menghampiri
satu demi satu mereka yang tlah tiba waktunya
dan kini, kabar kematian itu
seolah terdengar sangat dekat di telinga
dan membelai denyut nadi leher
sedangkan malaikat pun terus berkeliling di sekitar kita
dan hanya waktu saja yang akan tetapkan semuanya
Jepara, Mei 2010
Wednesday, April 21, 2010
Tiba-Tiba Aku Jadi Pendiam
tiba-tiba aku menjadi pendiam
karena orang-orang di sekitarku semuanya tuli
tak ada lagi yang bisa mendengar keluh hatiku
tak ada lagi hati yang mau peduli
aku benar-benar telah jadi pendiam
bahkan akupun dikatakan bisu
karena tak menjawab pertanyannya
tapi bukanlah aku yang bisu
melainkan merekalah yang tuli
tuli karena mereka tak mendengar jeritan hatiku
aku memang telah menjadi pendiam
dan biarkan aku pendam segala kesah hatiku
karena kau tak lagi peduli
apa lagi untuk mau mengerti
Jepara, April 2010
karena orang-orang di sekitarku semuanya tuli
tak ada lagi yang bisa mendengar keluh hatiku
tak ada lagi hati yang mau peduli
aku benar-benar telah jadi pendiam
bahkan akupun dikatakan bisu
karena tak menjawab pertanyannya
tapi bukanlah aku yang bisu
melainkan merekalah yang tuli
tuli karena mereka tak mendengar jeritan hatiku
aku memang telah menjadi pendiam
dan biarkan aku pendam segala kesah hatiku
karena kau tak lagi peduli
apa lagi untuk mau mengerti
Jepara, April 2010
Monday, April 19, 2010
Aku Benci Pengecut
aku benci dengan orang-orang pengecut itu
orang-orang yang hanya berani bicara di belakang
orang-orang, yang tak berani menghadapi muka untuk bicara
memang tak selalu pertanyaan akan mendapat jawaban
tapi membicarakan orang dibelakang
itu adalah PENGECUT!!!
Jepara, April 2010
orang-orang yang hanya berani bicara di belakang
orang-orang, yang tak berani menghadapi muka untuk bicara
memang tak selalu pertanyaan akan mendapat jawaban
tapi membicarakan orang dibelakang
itu adalah PENGECUT!!!
Jepara, April 2010
Monday, March 29, 2010
Temukan Keyakinan
aku terjaga sesaat sebelum fajar tiba
disaat ingatanku tertuju hanya padamu
aku mengingatmu
sejak iftitah terucap kali pertama
hingga sujud dan tasyahudku
dalam baluran embun yang selimuti jiwa
tuk segera temukan keyakinan
bahwa engkau itu ada
Jepara, 25 Maret 2010
disaat ingatanku tertuju hanya padamu
aku mengingatmu
sejak iftitah terucap kali pertama
hingga sujud dan tasyahudku
dalam baluran embun yang selimuti jiwa
tuk segera temukan keyakinan
bahwa engkau itu ada
Jepara, 25 Maret 2010
Wednesday, March 24, 2010
Bahasa Rindu
tak cukupkah kosa kata yang ada dalam kamus bahasa
kalau hanya untuk menerjemahkan perasaanmu
beribu-ribu kata yang ada di dalamnya
hanya kau bolak-balik untuk mencari kata yang satu
kenapa tak kau utarakan rasamu
untuk dapat aku mengerti
entah kenapa rasa yang kau rasakan
selalu terbentur ragumu
yang terasa kian membelenggu
dan kini, saat malam temaram
dalam baluran cahaya bulan
aku pun ingin menyapamu
dengan bahasa rasamu
yang masih kau ragu
namun, tidak bagiku
karena aku tlah mengerti
bahasa rasa yang masih kau ragu
sebuah perasaan yang aku terjemahkan
dalam bahasa rindu
Jepara, 23 Maret 2010
kalau hanya untuk menerjemahkan perasaanmu
beribu-ribu kata yang ada di dalamnya
hanya kau bolak-balik untuk mencari kata yang satu
kenapa tak kau utarakan rasamu
untuk dapat aku mengerti
entah kenapa rasa yang kau rasakan
selalu terbentur ragumu
yang terasa kian membelenggu
dan kini, saat malam temaram
dalam baluran cahaya bulan
aku pun ingin menyapamu
dengan bahasa rasamu
yang masih kau ragu
namun, tidak bagiku
karena aku tlah mengerti
bahasa rasa yang masih kau ragu
sebuah perasaan yang aku terjemahkan
dalam bahasa rindu
Jepara, 23 Maret 2010
Saturday, March 20, 2010
Gelisah Sekembu
kembali,
aku duduk termenung
termangu dengan segala cerita senja
tiga purnama telah terlalui
tanpa percumbuan yang biasanya mesra
kini, aku duduk di tempat yang sama
seperti dulu waktu aku menyaksikan purnama
yang menjadi saksi dasawarsa
tapi kini, di saat purnama menjelang dengan segenap cinta
aku tak sanggup lagi mendekatimu
bahkan ketika pecahan-pecahan kaca
telah tertata di sekujurmu
haruskah aku mencumbumu
dengan menggoreskan luka pada tubuhku
kembali aku termenung
termangu dalam batas cakrawala
yang terhampar dari riak gelombang
yang tertahan oleh bongkahan tanah tanpa nama
aku terpaku
masihkah ada cerita indah masa lalu
yang akan didengar oleh anak cucu
Jepara, 5 Maret 2010
aku duduk termenung
termangu dengan segala cerita senja
tiga purnama telah terlalui
tanpa percumbuan yang biasanya mesra
kini, aku duduk di tempat yang sama
seperti dulu waktu aku menyaksikan purnama
yang menjadi saksi dasawarsa
tapi kini, di saat purnama menjelang dengan segenap cinta
aku tak sanggup lagi mendekatimu
bahkan ketika pecahan-pecahan kaca
telah tertata di sekujurmu
haruskah aku mencumbumu
dengan menggoreskan luka pada tubuhku
kembali aku termenung
termangu dalam batas cakrawala
yang terhampar dari riak gelombang
yang tertahan oleh bongkahan tanah tanpa nama
aku terpaku
masihkah ada cerita indah masa lalu
yang akan didengar oleh anak cucu
Jepara, 5 Maret 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)