Wednesday, June 16, 2010

Sawah, Petani

petani itu masih menatapsawahnya
mendung masih tetap menggantung
dan sesekali merintikan gerimis

petani itu masih menatap sawahnya
telur-telur itu mulai menetas
menjadi serbuk putih
yang melekat di batang-batang padi
hari demi hari, serbuk putih semakin memanas
batang-batang padi pun layu
oleh serbuk putih yang berubah hijau kecoklatan
dan menyebar hampir seluruh lahan persawahan

petani itu masih memandang sawahnya
kosong, tak ada apa dilakukan

berliter-liter pestisida tlah disemprotkan
laksana gerimis pagi ini
namun, seluruh batang padi tlah layu
tinggal jerami yang mengering
tanpa hasil yang bisa dipanen
bahkan sebulir padi yang tertinggal
lebih dulu menjadi santapan burung pipit
yang hampir kelaparan

Jepara, Juni 2010

Monday, June 07, 2010

Sungai Mati

awan ini tak segera menjelma rintik
menjadi gerimis yang sangat dirindukan para petani
meski hujan baru saja pergi
setelah senja kemarin meninggalkan terik

dan kini awan yang menutup seluruh sinar mentari
tak lagi menjadi teman petani
saat lumpur sawah mulai memecah dan melukai kaki

pagi ini, seorang petani
dengan tangki penyemprot hama dipunggungnya
hanya berdiri memandang sawahnya
tatapnya kosong
karena sungai mereka tlah mati

Jepara, Juni 2010

Friday, June 04, 2010

Aku Takut

entah sejak kapan adu pandang ini
hari demi hari
yang terus merajut tatap mata berikutnya

tatap mata itu serasa belati
yang menghujam di hati
aku tak kuasa untuk terus memandangnya
saat adu pandang kita bersama

aku tak kuasa menatap mata itu
aku tak mampu memandang wajahmu
karena aku takut,
aku takut jatuh cinta padamu

Jepara, Juni 2010


Tuesday, May 25, 2010

Suatu Pagi Di Perkampungan Nelayan

di wajah itu, masih tergurat keletihan
kantuk pun masih menggelayuti perasaan
usai membersihkan diri dan sembahyang di waktu subuh
dia tunggui bocah yang belajar
mengeja, kata demi kata dalam buku catatannya
kelelahan setelah menarik jala ditahannya
sambil sesekali mengajarkan jawaban
dari pekerjaan rumah anaknya
sementara itu, guguran kembang jambu
menjadi penyaksi semangat itu

di rumah belakang, asap mengepul
dari tungku yang dinyalakan ibu
menyiapkan minuman hangat untuk suami
juga sarapan untuk anak-anaknya
tak ada sepotong pizza ataupun roti
karena hanya ada nasi dan ikan asin
dilengkapi sambal yang lengket dalam cobek batu
tapi, semangat yang terpancar setiap pagi itu
yang akan merubah negeri ini

Perkampungan Nelayan Jobo Kutho Jepara,
Di Hari Kebangkitan Nasional 2010




Thursday, May 06, 2010

Kabar Kematian

angin gurun tiba-tiba mendesau dengan begitu berat
membawa gairah gersang yang pengap
seolah ingin merayu setiap manusia
pada keputusasaan akan gairah hidup

kabar kematian itu pun terdengar begitu dekat
dan segera menyebar terbawa angin yang merayap
datang dan terus datang bertubi-tubi
mendekat dan membelai hati yang takutkan kematian
namun kabar kematian itu terus mendekati setiap insan
tanpa peduli lagi usia juga kelamin

kabar kematian itu terus terdengar
tak peduli waktu,
pagi,
siang,
sore,
bagai suara azan yang mengabarkan panggilan tuhan
bahkan tengah malam pun
dia terus menghampiri
satu demi satu mereka yang tlah tiba waktunya

dan kini, kabar kematian itu
seolah terdengar sangat dekat di telinga
dan membelai denyut nadi leher
sedangkan malaikat pun terus berkeliling di sekitar kita
dan hanya waktu saja yang akan tetapkan semuanya

Jepara, Mei 2010


Wednesday, April 21, 2010

Tiba-Tiba Aku Jadi Pendiam

tiba-tiba aku menjadi pendiam
karena orang-orang di sekitarku semuanya tuli
tak ada lagi yang bisa mendengar keluh hatiku
tak ada lagi hati yang mau peduli

aku benar-benar telah jadi pendiam
bahkan akupun dikatakan bisu
karena tak menjawab pertanyannya
tapi bukanlah aku yang bisu
melainkan merekalah yang tuli
tuli karena mereka tak mendengar jeritan hatiku

aku memang telah menjadi pendiam
dan biarkan aku pendam segala kesah hatiku
karena kau tak lagi peduli
apa lagi untuk mau mengerti

Jepara, April 2010

Monday, April 19, 2010

Aku Benci Pengecut

aku benci dengan orang-orang pengecut itu
orang-orang yang hanya berani bicara di belakang
orang-orang, yang tak berani menghadapi muka untuk bicara
memang tak selalu pertanyaan akan mendapat jawaban
tapi membicarakan orang dibelakang
itu adalah PENGECUT!!!

Jepara, April 2010