Thursday, April 16, 2009

Ditelikung Cinta

kau tak mengerti
atau pura-pura tak mengerti
kau tak tau
atau memang tak mau tau

aku sakit
tak hanya sakit hati
karena kehilangan orang tersayang

tapi lebih sakit
karena aku dikhianati
aku ditelikung dari belakang
dan berdalih
atas nama cinta

Jepara, 15 April ‘09


Thursday, April 09, 2009

Mimpi

mestinya kau melangkah keluar rumah
mengejar matahari yang selama ini
hanya bayangnya yang kau temukan di tanah

inilah saatnya
ketika daun-daun mulai kering
karena gerimis tak lagi membasuhnya

mestinya kau mulai kembali merangkai mimpi
tentang kenangan dan pengharapan
meski terkadang redup,
tapi mentari kan selalu menemani

datanglah
selagi hujan belum benar-benar pergi
dan kau masih bisa kumpulkan tetesan embun
sebagai bekal perjalananmu

datanglah
dengan segenggam cintamu
dan semailah seiring angin senja
yang mengantarkan pada ladang hati perempuanmu

datanglah
datanglah sebelum kau kehilangan waktu
dan gerimis benar-benar telah habis

Jepara, 9 April ‘09
2.16


Thursday, March 26, 2009

Malam Bertensi Tinggi

malam semakin terasa aneh

udara tak lagi dingin

karena semua orang bertensi tinggi



keanehan semakin nyata

ketika pohon-pohon daunnya

tak hanya berwarna hijau

merah

kuning

biru

hingga ungu

semua menutup batang pohon

warna warni itupun tak hanya satu

karena beragam corak menghiasinya



di sebuah warung

gelas-gelas kopi hitam

berdenting, berbincang dengan asap rokok

tentang warna-warni daun yang tak lagi sedap dipandang



perbincangan tak hanya di warung kopi

bahkan di kebun

di bawah pohon pisang

serangga malam pun berdebat

tentang siapa yang akan mewakilinya

hingga siapa calon presidennya



Jepara, 24 Maret ‘09



Monday, March 16, 2009

Aku Saja Tak Mengerti, Apalagi Kau…

aku benar-benar tak mengerti dengan semua ini
apa lagi kau…
usiamu baru dalam hitungan hari
saat selang infus harus bermuara di pembuluh nadi

kau tak tau, betapa besar karunia Tuhan
menciptakan alam ini
untuk manusia,
untuk mu
tapi, kenapa, untuk bernafas saja
tak kau hirup udara bebas
kenapa harus kau hirup udara
yang harus kau bayar

aku saja tak mengerti
apalagi kau…

begitu besar perjuanganmu di awal hidupmu
tuk kau bisa rasakan
dinginnya embun yang turun
saat fajar tiba
hangatnya sinar mentari
di waktu dhuha
dan indahnya cakrawala
di kala senja

tapi inilah jalan hidupmu
yang aku saja tak mengerti
apalagi kau…

yang aku tahu,
kelak kau akan menjadi pejuang yang tangguh
yang akan berjuang
untuk hidupmu
untuk Tuhanmu

Jepara, 15 Maret ‘09

Thursday, March 05, 2009

Mencarimu Di Dunia Entah

masih terjaga, dan aku ingin menyapamu
kembali, dalam syair entah
larut menyekapku dalam kesepian
coba berlari dan kucari
teman di dunia entah
tapi, tak jua ku temukan

mungkinkah ada malam disana?
aku tak tau, karena biasanya
setiap saat kau ada
bahkan, setiap kedip mata
kutemukan mu, walau hanya bayang semu


jepara, 4 maret 2009
dini hari, sebelum sandarkan penat


Wednesday, February 25, 2009

Bisikan Ibu

Aku mendengar panggilanmu
Pulanglah nak
Tak cukupkah segala warna yang kau kumpulkan di luar sana?
Aku ingin mendengar ceritamu
Tentang angin yang mengantarmu menggembara, meninggalkanku sekian lama

Aku mendengar senandung rindu
Dikisahkan pada peluk cium
Terakhir kali, ciuman di pipiku lama sekali


samar terdengar

Dinding-dinding rumah tetangga berbincang
Gelisah mengantar pada setiap peraduan
Aku mendengar gelisahmu
Menutup rapat setiap celah dinding yang bersuara dengan nyanyian warna yang kuceritakan padamu

Bening kelopak dua mata berbincang
kesekian kali
Pulanglah nak,

Hiasan kau selipkan di seluruh tubuhku
Mengikatku menjadi anak perempuanmu
Pintu tak terkunci
Aku pergi lagi

Dalam bisikan, aku mendengarmu
“Bagaimana bisa aku menahanmu, sedang kau adalah mimpiku,”


Puisi Puput Puji Lestari, sang pembelajar yang tangguh.


Monday, February 23, 2009

Mengeja Mimpi Tak Sempurna

kucoba mengeja mimpi malam ini
tapi tak kutemukan sebingkai kisah di dalamnya
dalam kesadaran yang belum genap terkumpul
seraut wajah kembali menyapa
dengan senyuman yang tak putus
dan kembali kucoba menyapanya
tuk coba temukan seulas senyuman
dalam sisa malamku ini
karena tanpa kusadari
aku tlah terjerat
sebait rindu yang membelenggu

jepara, 23 februari '09